Minggu, 24 Mei 2009

LANJUTKAN!

Suatu kali Tuhan Yesus pernah berkata bahwa orang yang percaya kepadaNya akan akan melakukan apa yang sudah Dia lakukan, malah akan melakukan yang lebih besar lagi. Bukankah ini berarti kita akan “melanjutkan” pekerjaan-pekerjaan yang pernah Yesus lakukan? Bahkan Dia berkata bahwa kita mampu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar.
Apa yang sudah dilakukan oleh Yesus? 
Dalam Kis 10:38 menulis: "Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia".
Pernahkah kita berpikir bahwa untuk melakukan apa yang pernah dilakukan oleh Yesus saja sudah sukar dan sepertinya mustahil, apalagi melakukan hal-hal yang lebih besar?
 
Ini adalah kebenaran, terlepas kita mempercayainya atau tidak. Tetapi alangkah baiknya kita mengambil keputusan untuk mulai mempercayai hal ini. Saat bayang-bayang Petrus menyembuhkan orang sakit, hal ini menunjukan bahwa apa yang Tuhan Yesus katakan benar-benar terjadi. Kita tidak menjumpai dalam Alkitab bahwa bayang-bayang Yesus menyembuhkan orang sakit. Yang terjadi adalah siapa yang menjamah Yesus mengalami kesembuhan. 
Apa kuncinya? Pribadi Roh Kuduslah yang memampukan Yesus sebagai manusia biasa saat itu untuk melakukan hal-hal yang Ilahi. Bukankah Roh Kudus yang sama saat ini tinggal dalam hidup kita? Masalahnya adalah kita lebih mempercayai kelemahan dan keterbatasan diri kita daripada ketidak terbatasan kekuatan Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita. Sadarilah akan kebenaran ini dan yakinilah bahwa Tuhan sangat rindu untuk dapat menyatakan diriNya lewat kehidupan kita kepada dunia ini.
Pekerjaan Yesus harus DILANJUTKAN! PekerjaanNya tidak boleh terhenti! Banyak jiwa-jiwa yang saat ini sedang membutuhkan pertolongan. Mereka membutuhkan kuasa Tuhan. Hal yang ironis jika dunia datang kepada seorang bocah yang bernama PONARI untuk mendapatkan kesembuhan! Bukankah gereja Tuhan yang harus melakukannya? Kita semua dipanggil untuk melakukan pekerjaan ini... Apakah saudara adalah orang yang percaya? Jika Ya, maka dengarlah panggilanNya bahwa apa yang pernah dikerjakan oleh Yesus harus DILANJUTKAN! Go for Jesus!!!

Sabtu, 23 Mei 2009

PROSES? SIAPA TAKUT????

Hari ini saya menyaksikan presentasi berupa video dari salah satu produk MLM (Multi Level Marketing) yang beredar di Indonesia. Yang menarik perhatian saya adalah ada dua orang yang mengalami kesuksesan setelah menjalankan produk ini. Yang pertama adalah salah seorang yang semula hanya penjual roti bakar gerobakan menjadi orang yang sukses dan memiliki sebuah mobil dan rumah yang bagus. Kesaksian yang kedua adalah seorang tukang pijat menjadi orang yang berhasil sehingga memiliki rumah yang baik dan sekarang bepergian dengan mengendarai mobil yang mewah. Menarik dan sungguh memotivasi, sehingga orang menjadi tertarik untuk bergabung dengan MLM ini. 
Tetapi setelah yang menyaksikan tayangan ini, saya menjadi berpikir mengapa dalam tayangan tadi, tidak diceritakan "PROSES" dari kedua orang tersebut sampai mencapai keberhasilan? Mengapa tidak diceritakan berapa lama yang dibutuhkan oleh kedua orang tersebut sampai mengalami keberhasilan seperti itu? Bukankah sebuah iklan (promosi) dibuat dengan semenarik mungkin? Saya memahami bahwa tujuan dari video ini dibuat untuk membuat orang yang menyaksikannya menjadi "TERBAKAR" dan tertarik untuk segera bergabung dengan jaringan ini.
Siapa sih yang tidak menginginkan keberhasilan? Siapa sih yang tidak tertarik melihat seorang tukang becak berubah menjadi seorang konglomerat? Sayangnya tidak setiap orang menyadari bahwa untuk sebuah kesuksesan dibutuhkan proses yang panjang. Semoga di zaman instant seperti ini tidak membuat kita menjadi "bermental instan". Lengkapi pikiran kita bukan hanya memandang kepada kesuksesan yang bisa kita raih, tetapi juga dibutuhkan proses yang panjang. Semoga kita bukan menjadi orang yang berorientasi kepada hasil, tetapi kepada proses. Proses? Siapa takut????

Jumat, 15 Mei 2009

MENGENAL ROH KUDUS

Salah satu kesalahan besar kita hari-hari ini dalam memahami Roh Kudus adalah melewatkan bahwa Dia adalah pribadi yang nyata. Kita hanya mau berhubungan denganNya hanya sebagai sumber tenaga, daripada bertumbuh dalam hubungan pribadi kita denganNya. Ia adalah pribadi yang harus dikenal, bukan hanya sekedar kuasa untuk digunakan. 

Sebagai sesosok pribadi berarti Ia utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Sejumlah orang berkata, "Masalah kami adalah membutuhkan Roh Kudus lebih banyak lagi." Tetapi masalahnya tidak pernah seberapa banyak Roh Kudus yang anda miliki, karena Ia berada di dalam diri anda dan itu berarti seluruh diriNya. Pertanyaan sebenarnya adalah ini: Seberapa besarkah dari diri anda yang Roh Kudus miliki? Seberapa besarkah anda mengizinkan Dia mengisi dan mengendalikan hidup anda.

Kadang kala orang-orang Kristen berdoa, "Biarkanlah pengurapan Roh kudus turun atasku" dan kita menyanyi tentang menginginkan pengurapan Roh Kudus sehingga kita bisa lebih lagi terhubung dengan Allah, lebih lagi dipenuhi dengan kuasaNya. Ini memberikan kesan bahwa pengurapan ini adalah sesuatu yang "ada di luar sana", di suatu tempat, yang kita kehendaki untuk turun atas kita. Bukankah Alkitab mengatakan bahwa kita telah memiliki pengurapan Roh Kudus? PribadiNya sebenarnya sudah tinggal berdiam dalam diri orang yang percaya kepadaNya.

Selasa, 12 Mei 2009

KUNCI UNTUK KONSISTEN

Konsisten adalah kunci dari keberhasilan dan pertumbuhan. Tetapi konsisten tidak mudah untuk dilakukan. Kunci untuk seseorang mencapai kekonsistenan adalah keyakinan. Cobalah renungkan, mengapa seseorang tidak konsisten? Karena saat kita menghadapi ujian, tantangan, oposisi dan konfrontasi, maka keyakinan kita akan diuji. Disaat kita mulai ragu terhadap apa yang kita kerjakan, maka kita akan berhenti untuk tetap konsisten. 
Darimanakah keyakinan itu berasal? Ef 5:17, "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." Saat kita mengetahui dengan pasti akan kehendak Tuhan, maka saat itulah keyakinan itu mulai kita miliki. Perhatikanlah kehidupan Nuh. Saat ia mulai membangun bahtera, ia mendapat cemoohan dari orang-orang pada zamannya. Untuk menyelesaikan pembuatan bahtera ini dibutuhkan waktu yang lama, tetapi Nuh melakukannya dengan konsisten. Apa yang menjadi rahasia konsistensinya? Keyakinan bahwa yang dilakukannya adalah kehendak Tuhan.
Banyak orang yang telah memulai melakukan sesuatu yang baik dengan baik, tetapi sedikit orang yang melakukan hal tersebut secara konsisten. Sebelum melakukan sesuatu, pastikan untuk kita mengetahui bahwa yang kita lakukan adalah kebenaran. Ketahuilah bahwa cepat atau lambat kita pasti akan menghadapi tantangan. Jangan takut, karena saat kita memiliki keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah kebenaran, maka tetaplah terus mengerjakan dengan ketekunan dan kesetiaan. Suatu saat kita akan merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan.

Kamis, 07 Mei 2009

HIDUP DI DUA ALAM

Dalam hidup ini kita memiliki 2 alam. Alam nyata (fisik) dan alam roh. Untuk kita bisa melakukanaktifitas di alam nyata, maka dibutuhkan kondisi fisik yang sehat dan bugar. Bisa dibayangkan jikakondisi tubuh sedang bermasalah (penyakit dan kelemahan), maka aktifitas kita menjadi terganggu. Tubuh kita begitu lemah, sehingga tidak memiliki kekuatan untuk mengerjakan hal-hal yang seharusnya kita kerjakan.

Pernahkah kita berpikir bahwa di alam rohpun, dibutuhkan kondisi roh yang bugar? Hal yang menyedihkan adalah jika kita selalu memiliki waktu untuk memperhatikan dan mengurus kondisi tubuh kita, sedangkan kita tidak pernah memperhatikan kondisi dari manusia roh kita.
Bukan hanya tubuh kita saja yang membutuhkan makanan, tetapi manusia roh kitapun memiliki kebutuhan yang sama. Menyediakan waktu untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, membaca dan merenungkan Firman, berdoa dalam bahasa roh, memperkatakan Firman, adalah aktifitas rohani yang akan membangun manusia roh kita.

Ambilah keputusan untuk mulai memperhatikan kebugaran manusia roh kita. Saat hal ini kita mulai kerjakan, maka akan banyak terobosan yang akan kita alami. Manusia roh kita akan bertumbuh dalam kedewasaan dan kekuatan.

Sabtu, 02 Mei 2009

BARTIMUES ATAUKAH ZAKHEUS

Dalam Luk 18:35-19:10, Yesus sedang dalam perjalanan melewati kota Yerikho. Saat itu Yerikho bukanlah kota tujuan dari Yesus, ia hanya melewatinya. Dari sekian banyak orang Yerikho yang berkerumun, hanya ada 2 orang yang berhasil menghentikan langkah Yesus. Bartimeus adalah orang yang pertama yang berhasil menghentikan Yesus. Dia berseru-seru karena kebutuhannya akan kesembuhan matanya. Meskipun dia mengalami rintangan dari orang-orang disekitarnya, ia terus menerus berseru. Akhirnya ia memperoleh kesembuhan dari kebutaannya.
Orang yang kedua adalah Zakheus. Yang luar biasa dari pribadi ini adalah ia tidak sedang memiliki kebutuhan. Yang memotivasinya hanyalah ia ingin melihat seperti apakah Yesus itu. Sama seperti Bartimeus, ia mengalami tantangan. Orang banyak yang menghalanginya dan tinggi badannya yang pendek. Namun ini tidak membuatnya menyerah. Alkitab katakan, ia berlari dan untuk mendahului orang banyak dan ia memanjat sebatang pohon. Can You Imagine? 
Banyak orang percaya hari-hari ini dengan tekun dan pantan menyerah datang pada Tuhan karena didorong bahkan didesak oleh kebutuhan mereka akan mujizat. Terlebih di zaman yang sesusah ini, kita menyadari akan kebutuhan dan ketergantungan kita akan Tuhan. Sayangnya adalah kita datang mencari Tuhan karena didorong oleh adanya kebutuhan. 
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa Tuhan sebenarnya merindukan sebuah hubungan yang lebih dari itu? Harus diakui bahwa Dia adalah SUMBER segala yang kita butuhkan dalam kehidupan ini. Ada sebuah "KEBUTUHAN" yang dimiliki oleh Tuhan, yaitu kebutuhan akan berhubungan dengan anak-anakNya. Bartimeus adalah contoh dari orang yang didorong oleh kebutuhan, tetapi berbeda dengan Zakheus. Zakheus didorong oleh kerinduannya untuk mengenal Tuhan. Selama ini kita telah diajar mengenai menikmati kehadiranNya. Sebagai Bapa, Diapun menimati kehadiran kita anak-anakNya. 
Belajarlah untuk memahami kerinduanNya. Janganlah menjadi pribadi yang egois, yang hanya memikirkan kebutuhan kita. Hubungan macam apakah yang kita miliki dengan Tuhan? 

Jumat, 01 Mei 2009

MAKE GOD BIGGER

When You make God bigger, You make Your trouble smaller. When We magnify the Lord, We cannot make God any bigger than He already is. You can't increase omnipotence, but You can magnify (or diminish) Your Perspective of God. Perspective has everything to do with whether You are encouraged or discouraged.