Christianty without discipleship is always christianity without Christ (Dietrich Bonhoeffer)
Sabtu, 20 Juni 2009
ULAR TANGGA
Jumat, 19 Juni 2009
BUANGLAH!
Minggu, 14 Juni 2009
MODAL KEPERCAYAAN
Untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan ini, maka dibutuhkan 2 macam kepercayaan. Yang pertama adalah Kepercayaan kita kepada Tuhan (IMAN). Yang kedua adalah Kepercayaan Tuhan kepada kita. Dua hal inilah yang menjadi syarat untuk mengalami kesuksesan dalam panggilan kita.
Percayakah kita bahwa Dia menginginkan kita berhasil? Percayakah kita bahwa Dia telah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk mencapai keberhasilan? Bukankah Kasih Karunia dan Hikmat yang berasal dari Tuhan adalah modal untuk kita mencapai keberhasilan dalam kehidupan ini?
Yang kedua adalah apakah Tuhan dapat mempercayai kita? Dalam hubungan seorang Pemilik dan Pengelola, maka kepercayaan adalah modal yang utama. Lebih dari semua skill, kharisma yang dimiliki oleh seseorang, maka kualitas hidup yang dapat dipercaya menjadi syarat utama. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin Bapa percayakan kepada kita, hanya sayangnya kita kurang memiliki pengertian dan tanggung jawab sebagai seorang pengelola. Setialah pada perkara yang kecil, supaya Bapa dapat mempercayakan banyak hal lagi dalam kehidupan kita. Belajarlah jadi seorang pengelola yang bertanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan Tuhan pada kita, sehingga kita didapati sebagai orang kepercayaannya Tuhan...
Jumat, 12 Juni 2009
PENGANGKATAN
APA YANG PENTING?
Yang menjadi harapan dari setiap kita adalah bukan sekedar hidup, melainkan memiliki kehidupan yang berkualitas. Terlalu banyak orang yang sekedar hidup, tetapi kehidupannya tidak berkualitas.
Berkualitas atau tidaknya kehidupan ini salah satunya ditentukan oleh apa yang kita anggap penting dalam hidup ini. Bukankah apa yang kita anggap penting akan menentukan prioritas dalam kehidupan ini. Sayangnya banyak yang kita anggap sebagai sesuatu yang penting, sesungguhnya bukan hal-hal yang penting. Firman Tuhan harus menjadi patokan (Tolak ukur) untuk menentukan sesuatu yang penting, karena jika tidak maka kita akan rancu dalam menentukan pilihan-pilihan.
Sebagian orang mengganggap uang adalah penting, tidak heran jika prioritas hidupnya adalah bagaimana untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Ada juga yang mengganggap hobinya sebagai sesuatu yang penting. Sebagian yang lain menganggap penting kariernya, itu sebabnya ia kurang mempedulikan untuk menyediakan waktu bagi keluarganya. Pernahkah kita mengevaluasi hal-hal apa sajakah yang kita anggap penting dalam hidup ini?
Dibutuhkan hikmat untuk memiliki hati yang bijak, sehingga apa yang kita anggap dan tempatkan sebagai sesuatu yang penting, itu semua memang hal-hal yang penting. Apakah menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan merupakan sesuatu yang penting? Karena jika benar, maka kesibukan tidak akan menjadi penghalang untuk kita melakukannya. Bukankah kita selalu memiliki waktu untuk sesuatu yang kita anggap penting? Bagi kita, makan adalah sesuatu yang penting, itu sebabnya walaupun kesibukan kita begitu menumpuk, maka kita akan tetap menyediakan waktu untuk melakukannya. Semoga kita adalah orang-orang yang tepat dalam menentukan dan memutuskan sesuatu yang benar-benar penting dalam kehidupan ini.
Rabu, 10 Juni 2009
KEKEKALAN VS KEKINIAN
DIBERSIHKAN SUPAYA LEBIH BANYAK BERBUAH
Kata Nya artiya yang membersihkan kehidupan kita adalah Tuhan. Roh Kudus adalah Pribadi yang diutus oleh Bapa untuk "membersihkan" kehidupan kita.
Tujuan dari pembersihan adalah supaya kehidupan kita mengalami kemaksimalan dalam menghasilkan buah-buah kehidupan. Dengan kata lain seringkali kita belum mengalami kemaksimalan karena kita menolak saat Roh Kudus membersihkan.
Selasa, 09 Juni 2009
MENIKMATI KEJATUHAN ORANG LAIN
HIKMAT ADALAH KEBUTUHAN ESENSI
Edwin Louis Cole suatu kali berkata: Knowledge is the acquiring of facts. Understanding is the interpreting of facts. Wisdom is the application of facts.
5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
FIRMAN TUHAN MENJADI KESUKAAN
Sabtu, 06 Juni 2009
KETERGANTUNGAN PADA ROH KUDUS
Dititik inilah kita membutuhkan peranan Roh Kudus yang akan memberi kemampuan sehingga kita dapat memenuhi tuntutan kebenaran. Jangan hanya sibuk memiliki hati yang belajar, tetapi bangunlah hubungan dengan pribadi Roh Kudus lebih lagi. Tanpa persekutuan dengan Roh Kudus akan membuat kekristenan hanyalah agama yang mematikan. Dia adalah kehidupan kita. Hanya Dialah yang memampukan kita hidup dalam kebenaran.
SIAPKAH KITA TERGANGGU?
Tertulis dalam Mrk 2:4, “ Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.”
Orang itu adalah sang pemilik rumah. Tempatkanlah diri kita pada posisi orang itu, relakah saat atap rumah kita dibongkar? Mungkin saja saat hal itu terjadi dalam kehidupan kita, kemarahan yang menjadi reaksinya, mengapa? Karena kita tidak rela saat rumah kita “dirusak” oleh orang. Walaupun tidak diceritakan secara terperinci dalam kisah ini, kita patut memberikan penghargaan kepada sang pemilik rumah. Orang ini telah menjadi teladan bagi kita. Karena kerelaan hatinya untuk berkorban, maka ada seorang yang dapat mengalami kesembuhan dari Yesus. Jangan berpikir bahwa setiap kali berbicara mengenai berkorban, maka itu identik dengan uang. Korban waktu, korban perasaan, korban kenyamanan adalah bentuk pengorbanan juga. Bersiaplah untuk menjadi berkat bagi sesama, walaupun konsekuensinya kita harus berkorban. Saat kita berkorban, maka itu adalah bukti nyata dari kasih kita kepada Allah dan sesama. Ternyata modal kerinduan saja belumlah cukup. “Ya Tuhan… berikanlah kepada kami hati yang rela.”
PERHATIKAN DENGAN SEKSAMA
Betapa mudahnya memperhatikan kehidupan orang lain dengan seksama. Akibatnya kita dapat melihat dan menemukan kekurangan yang ada dalam kehidupan orang tersebut. Tetapi pernahkah kita memperhatikan diri sendiri dengan seksama? Firman Tuhan dalam Dalam Ef 5:15 ditulis: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif .."
Mengapa kita harus memperhatikan dengan seksama? Karena saat kita memperhatikan sesuatu hal secara sepintas, maka kita tidak akan menemukan kekurangan yang ada. Jika kita merindukan memiliki kehidupan rohani yang sehat, maka nasehat Firman Tuhan ini harus kita lakukan secara rutin. Milikilah waktu untuk memperhatikan bagaimana selama ini kita hidup. Betapa mudahnya kita mengalami pergeseran hati, motivasi, prioritas dan masih banyak lagi. Jika pergeseran itu tidak dikenali sedini mungkin, maka kita akan menjadi seorang yang merasa benar, tetapi sesungguhnya ada banyak penyimpangan dalam kehidupan kita. Lihatlah kehidupan kita dengan kaca mata kejujuran, tentunya dengan pertolongan Roh Kudus saat kita melakukannya. Pemazmur meminta untuk Tuhan menyelidiki hatinya, bukankah kita juga perlu melakukan hal yang sama? Saat kita memperhatikan kehidupan ini dengan seksama, temukan hal-hal yang sekecil apapun yang merupakan penyimpangan. Setelah berhasil menemukannya, maka bereskanlah hal itu sesegera mungkin.