Christianty without discipleship is always christianity without Christ (Dietrich Bonhoeffer)
Kamis, 23 Juli 2009
MENGENALI PIMPINANNYA
ROH KUDUS SANG PENUNJUK JALAN
Pernahkah kita berpikir bahwa salah satu tujuan Roh Kudus hadir dalam kehidupan kita adalah untuk memimpin kita? Tuhan telah merencanakan dan mempersiapkan banyak hal yang indah dan luar biasa untuk kita capai. Masalahnya adalah untuk sampai ke tempat itu, maka Roh Kuduslah yang akan memimpin kita.
Yang menjadi masalah adalah sudahkah dalam keseharian, kita memohon dan memberi diri untuk dipimpin olehNya? Kebergantungan kita akan pimpinanNya seringkali terhambat karena kita merasa "bisa" dan "mampu" berjalan dalam kehidupan kita. Sudahkah kita melibatkan Dia, disaat kita mengambil keputusan-keputusan dalam kehidupan ini? Keangkuhan dan kesombongan kitalah yang menjadi penghalang untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Seringkali dibutuhkan kegagalan demi kegagalan untuk menyadarkan bahwa kita membutuhkan Dia. Mustahil untuk mencapai apa yang Dia rencanakan dan siapkan bagi kita, tanpa hidup ini dipimpin oleh Roh Kudus. Biarlah kebergantungan akan pimpinanNya semakin bertumbuh dalam hati kita. Kesadaran akan betapa rapuh dan lemahnya hidup kita tanpaTuhan akan menolong tingkat kebergantungan kita akan Dia.
Jumat, 17 Juli 2009
DISHARMONISASI DENGAN ROH KUDUS
ADA TERTULIS
Rabu, 15 Juli 2009
UJIAN KESUNGGUHAN
Tetapi tantangan yang kedua adalah datangnya dari Tuhan sendiri. Apa tidak salah? Jika kita memperhatikan kehidupan Tuhan Yesus saat berjalan di dunia, maka ada waktu-waktu tertentu Ia tidak langsung menanggapi orang yang datang mencari Dia. Ini dilakukanNya bukan karena Ia sedang "jual mahal". Mengapa Ia melakukan hal ini? Karena Ia sedang menguji kesungguhan hati dari mereka yang mencari Dia. Lihatlah saat Bartimeus berseru-seru memanggilnya dan perempuan Kanaan yang datang meminta pertolonganNya.
Ibr 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Setiap kita pasti akan melewati ujian "kesungguhan hati" saat kita mencari Dia. Ada saat-saat dimana sepertinya Tuhan tidak peduli dengan kedatangan kita. Jangan pernah kecil hati dan tawar hati, jika seolah-olah Ia tidak menghiraukan kita. Jangan lemah jika sepertinya Ia tidak meresponi kedatangan kita. Masa-masa ini hanyalah menunjukan seberapa besar kerinduan dan kesungguhan hati kita padaNya. Sesungguhnya Dia adalah pribadi yang sangat merindukan saat kita datang padaNya.
Selasa, 14 Juli 2009
DATANGLAH... PERGILAH...
Ada dua kata yang hebat dalam Injil yaitu 'datanglah' dan 'pergilah'; yang pertama adalah kata yang mengundang, sedangkan yang lainnya adalah kata yang memerintah. Hal yang pertama, berbicara tentang keintiman, sedangkan yang kedua tentang aktivitas. Kedua-duanya penting dalam kehidupan Kristen, namun kedatangan kita kepada Yesus harus selalu mendahului kepergian kita darinya. Dari beberapa, ada yang terlalu ingin 'pergi' dan tak cukup 'datang'. Akibatnya adalah semangat keagamaan yang miskin, dangkal dan kurang terhayati. Pada saat ini, Roh mengingatkan kita kembali bahwa undangan ilahi Yesus untuk memiliki hubungan intim denganNya yang merupakan prioritasNya dan menjadi dasar dari segala sesuatu yang lain dalam kehidupan Kristen.