Kamis, 23 Juli 2009

MENGENALI PIMPINANNYA

Dalam tulisan yang lalu, kita telah belajar untuk mencapai apa yang Dia rencanakan bagi kita, maka dibutuhkan pimpinan Roh Kudus. Setiap kita memiliki kerinduan untuk dipimpin olehNya. Hanya sayangnya untuk dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita harus "MENGENALI" pimpinanNya. Langkah pertama untuk dapat dipimpin oleh Roh Kudus adalah dengan kita mengenali suaraNya saat Ia berbicara kepada kita
Kegagalan seseorang dalam mengenali suara Roh Kudus akan berakibat kegagalan kita dipimpin olehNya. Sangat disayangkan tidak ada jalan pintas untuk mengenali suaraNya. Dibutuhkan proses dan waktu untuk kehidupan seseorang dapat mengenali suara Roh Kudus. Janganlah belajar berenang saat banjir telah tiba, karena itu sudah terlambat. Banyak dari orang percaya yang menyadari betapa pentingnya mengenali suara Roh Kudus disaat-saat yang genting dalam kehidupannya. Saat tekanan begitu menekan sehingga kita mengalami kesesakan hidup yang luar biasa. Jika disaat-saat seperti ini kita baru belajar mengenali suaraNya, maka dapat dipastikan kita akan mengalami kesulitan.
Gunakan waktu setiap hari, baik dalam keadaan suka ataupun duka, untuk membangun hubungan dengan Roh Kudus. Biarlah kita tidak mendominasi pembicaraan kita denganNya. Berilah kesempatan untuk Dia pun berbicara. Bangunlah hubungan persahabatan dengan Tuhan secara konsisten, maka tanpa kita sadari kepekaan kita dalam mengenali suaraNya akan bertumbuh dengan sendirinya. Inilah yang akan memudahkan kehidupan kita dipimpin olehNya.

ROH KUDUS SANG PENUNJUK JALAN

Pernahkah kita berpikir bahwa salah satu tujuan Roh Kudus hadir dalam kehidupan kita adalah untuk memimpin kita? Tuhan telah merencanakan dan mempersiapkan banyak hal yang indah dan luar biasa untuk kita capai. Masalahnya adalah untuk sampai ke tempat itu, maka Roh Kuduslah yang akan memimpin kita.

Yang menjadi masalah adalah sudahkah dalam keseharian, kita memohon dan memberi diri untuk dipimpin olehNya? Kebergantungan kita akan pimpinanNya seringkali terhambat karena kita merasa "bisa" dan "mampu" berjalan dalam kehidupan kita. Sudahkah kita melibatkan Dia, disaat kita mengambil keputusan-keputusan dalam kehidupan ini? Keangkuhan dan kesombongan kitalah yang menjadi penghalang untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Seringkali dibutuhkan kegagalan demi kegagalan untuk menyadarkan bahwa kita membutuhkan Dia. Mustahil untuk mencapai apa yang Dia rencanakan dan siapkan bagi kita, tanpa hidup ini dipimpin oleh Roh Kudus. Biarlah kebergantungan akan pimpinanNya semakin bertumbuh dalam hati kita. Kesadaran akan betapa rapuh dan lemahnya hidup kita tanpaTuhan akan menolong tingkat kebergantungan kita akan Dia.

Jumat, 17 Juli 2009

DISHARMONISASI DENGAN ROH KUDUS

Setiap kita mengharapkan pemulihan dalam area berbeda. Ada yang merindukan pemulihan di area keuangan, area rumah tangga, area kehidupan rohani. Hanya sayangnya mengharapkan pemulihan saja tidak membuat kita mengalaminya. 
Berapa hari lalu disaat berdoa bersama dengan komunitas, Tuhan berkata bahwa Semua Pemulihan harus dimulai dari PULIHNYA HUBUNGAN KITA DENGAN ROH KUDUS. Bagaimana mungkin kita mengharapkan pemulihan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, jika selama ini terjadi DISHARMONISASI dengan Roh Kudus? 
Jadikan HARMONIS dengan Roh Kudus sebagai prioritas kita. Itulah yang seharusnya menjadi fokus kita. Mulailah menata mezbah pribadi yang sudah roboh. Bukankah Tuhan jauh lebih berharga dan bernilai dari semua yang dapat Dia berikan bagi kita? Ataukah mungkin bagi kita berkatNya jauh lebih berharga dari pribadiNya? Seandainya hubungan kita dengan Roh Kudus mengalami pemulihan, maka akan terjadi "efek domino" dalam area-area kehidupan kita. Pemulihan akan terus berlanjut dalam setiap area kehidupan kita. Inilah waktunya untuk kita bertanya kepada diri sendiri: Bagaimanakah hubungan pribadiku dengan Roh Kudus???

ADA TERTULIS

Setiap orang percaya cepat atau lambat akan mengalami dan melewati pengalaman Padang Gurun. Tuhan Yesus sendiri pun mengalami hal ini. Padang Gurun adalah tempat kita diuji, disanalah karakter kita dimurnikan. Pengalaman ini begitu menyakitkan karena "sepertinya" Tuhan meninggalkan kita. Seolah-olah Dia meninggalkan kita sendirian untuk menghadapi semua tekanan dan godaan yang ada (sesungguhnya Dia tidak pernah tinggalkan bahkan Dia memberi kita kekuatan untuk mengatasi semua tantangan yang ada). 
Jika kita melihat teladan yang ditinggalkan oleh Tuhan Yesus dalam masa-masa padang Gurun, maka ada satu pelajaran yang sangat luar biasa.  Kuncinya adalah "ADA TERTULIS". Di Padang Gurun kita harus bersandar pada apa yang tertulis dalam Firman Tuhan lebih dari apa yang kita lihat dan rasakan dalam perasaan kita. Seringkali keadaan menjadi bertambah buruk karena kita mengizinkan perasaan mempengaruhi cara berpikir kita. Kembalilah pada apa yang tertulis dalam FirmanNya. Itulah yang membuat kehidupan kita kokoh dan tidak mudah digoyahkan oleh apapun! Perasaan kita akan berkata bahwa Tuhan telah menolak dan meninggalkan kita, tetapi ADA TERTULIS mengatakan Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Thanks God untuk ADA TERTULIS!

Rabu, 15 Juli 2009

UJIAN KESUNGGUHAN

Ada dua tantangan yang harus dihadapi oleh setiap orang yang rindu untuk bersekutu dengan Tuhan. Tantangan yang pertama adalah datangnya dari iblis yang berusaha untuk mengacaukan fokus kita. Dia memakai faktor eksternal untuk menghalangi atau menghambat kita mengalami persekutuan yang dalam bersama dengan Tuhan. 
Tetapi tantangan yang kedua adalah datangnya dari Tuhan sendiri. Apa tidak salah? Jika kita memperhatikan kehidupan Tuhan Yesus saat berjalan di dunia, maka ada waktu-waktu tertentu Ia tidak langsung menanggapi orang yang datang mencari Dia. Ini dilakukanNya bukan karena Ia sedang "jual mahal". Mengapa Ia melakukan hal ini? Karena Ia sedang menguji kesungguhan hati dari mereka yang mencari Dia. Lihatlah saat Bartimeus berseru-seru memanggilnya dan perempuan Kanaan yang datang meminta pertolonganNya. 
Ibr 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Setiap kita pasti akan melewati ujian "kesungguhan hati" saat kita mencari Dia. Ada saat-saat dimana sepertinya Tuhan tidak peduli dengan kedatangan kita. Jangan pernah kecil hati dan tawar hati, jika seolah-olah Ia tidak menghiraukan kita. Jangan lemah jika sepertinya Ia tidak meresponi kedatangan kita. Masa-masa ini hanyalah menunjukan seberapa besar kerinduan dan kesungguhan hati kita padaNya. Sesungguhnya Dia adalah pribadi yang sangat merindukan saat kita datang padaNya. 

Selasa, 14 Juli 2009

DATANGLAH... PERGILAH...

Tony Horsfall dalam bukunya Rhytmns of Grace menulis sesuatu yang patut untuk kita renungkan:

Ada dua kata yang hebat dalam Injil yaitu 'datanglah' dan 'pergilah'; yang pertama adalah kata yang mengundang, sedangkan yang lainnya adalah kata yang memerintah. Hal yang pertama, berbicara tentang keintiman, sedangkan yang kedua tentang aktivitas. Kedua-duanya penting dalam kehidupan Kristen, namun kedatangan kita kepada Yesus harus selalu mendahului kepergian kita darinya. Dari beberapa, ada yang terlalu ingin 'pergi' dan tak cukup 'datang'. Akibatnya adalah semangat keagamaan yang miskin, dangkal dan kurang terhayati. Pada saat ini, Roh mengingatkan kita kembali bahwa undangan ilahi Yesus untuk memiliki hubungan intim denganNya yang merupakan prioritasNya dan menjadi dasar dari segala sesuatu yang lain dalam kehidupan Kristen.