Senin, 08 Februari 2010

RESEP KEBERHASILAN 2

Melanjutkan catatan saya yang berjudul RESEP KEBERHASILAN. Adalah suatu hal yang bodoh, jika kita berpikir hanya dengan berdoa dan percaya kepada Tuhan saja, maka kita akan mengalami keberhasilan. Tanpa bermaksud meremehkan doa dan iman. Tetapi 2 hal ini tidak akan pernah menggantikan pentingnya ketaatan kita terhadap prinsip-prinsip Firman Allah. Bagi orang percaya yang sudah dengan tekun berdoa dan beriman bahwa Tuhan akan memberkati saudara, marilah kita evaluasi hidup kita secara jujur. Sudahkah kita melakukan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Alkitab? Jangan hanya menjadikan Alkitab sebagai buku bacaan wajib rutin harian saja. Sudah waktunya kita mengizinkan prinsip-prinsip kebenaran ini mewarnai kehidupan kita. Yang seringkali kurang dari kita adalah bukan membaca Alkitab, tetapi justru pada follow up setelah kita membacanya. Marilah kita koreksi diri masing-masing, sudahkah prinsip-prinsip Kebenaran dalam Alkitab menjadi "daging" dalam diri kita? Mulailah belajar untuk menerapkan semua prinsip Kebenaran dalam keseharian kita. Tidak cukup diterapkan hanya sekali-kali, tetapi lakukan secara konsisten. Walaupun setelah kita melakukannya, belum terjadi perubahan dan dirasakan manfaatnya, tetaplah bertekun, maka kita akan melihat bahwa Firman Allah sungguh Ya dan Amin! Tidak peduli bagaimana keadaan kita hari ini. Putuskanlah bukan hanya mempercayai Tuhan dan Alkitab sebagai kebenaran, tetapi wujudkanlah keyakinan kita dengan menerapkan semua kebenarannya dalam kehidupan kita. Selamat mencoba!!!

RESEP KEBERHASILAN

Pernahkah kita melihat seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan, tetapi kehidupannya mengalami keberhasilan dalam kehidupannya? Yang ironis justru banyak orang percaya yang tidak mengalami keberhasilan seperti mereka. Bukankah Tuhan menyertai dan memberkati, tetapi mengapa banyak orang percaya yang mengalami kegagalan demi kegagalan? John Avanzini memiliki hoby membaca biografi dari orang-orang sukses. Tidak peduli orang sukses tersebut percaya Tuhan atau tidak. Dari hasil pengamatannya, John menarik sebuah kesimpulan. Penyebab keberhasilan mereka adalah karena mereka melakukan prinsip-prinsip kebenaran yang terdapat dalam Alkitab. Contohnya prinsip ketekunan, kerajinan, integritas, memberi dan prinsip-prinsip kebenaran Alkitab lainnya. Mereka boleh saja tidak mempercayai Tuhan dan Alkitab, tetapi karena mereka melakukan prinsip-prinsip kebenaran Tuhan yang terdapat dalam Alkitab, maka prinsip itu bekerja bagi mereka. Berdasarkan pengamatan saya terhadap orang-orang percaya yang terus menerus mengalami kegagalan, maka saya menemukan bahwa sebagian besar dari mereka justru tidak melakukan prinsip-prinsip kebenaran dalam Alkitab. Ironis... Kita percaya Tuhan dan Alkitab sebagai Firman Allah, tetapi mengapa kepercayaan tersebut tidak membuat kita melakukannya? Kebenaran Firman Tuhan yang adalah prinsip-prinsip kebenaran dan kehidupan, seharusnya tidak hanya dipercayai, tetapi ditaati. Diterapkan secara konsisten dalam keseharian kita. Sudah waktunya kita mewujudkan kepercayaan kita dalam tindakan ketaatan. Dan jangan heran, jika dikemudian hari kita akan mengalami keberhasilan. Karena keberhasilan adalah dampak dari kita kehidupan yang menerapkan prinsip kehidupan dalam keseharian kita.

Sabtu, 06 Februari 2010

JEMBATAN ATAUKAH TEMBOK

Panggilan yang sangat menantang sebagai orang percaya adalah sebagai batu loncatan sehingga dunia dapat menerima Tuhan. Ada 2 pilihan sebagai batu loncatan ataukah sebagai batu sandungan. Seringkali kita melupakan akan kebenaran ini. Akhirnya hidup kita bukan sebagai jembatan (penghubung) untuk orang-orang datang, tetapi sebagai Tembok (penghalang). Tanggung jawab inilah yang seharusnya disadari oleh setiap kita. Kesadaran akan tanggung jawab ini akan membuat hidup kita tidak seenaknya. Dalam bersikap, dalam bertutur kata, akan lebih bijaksana. Kita bukan sekedar hidup, tetapi ada misi KerajaanNya. Sebagai Duta Besar yang diutus Tuhan untuk mewakili kepentingan Kerajaan. Belajarlah membawa diri setiap saat, karena nama baik RAJA kitalah yang sedang dipertaruhkan. Putuskanlah sebagai jembatan bagi dunia, sehingga lewat hidup kita, mereka dapat datang pada Yesus. Jangan sampai kita menjadi tembok penghalang...

MERASAKAN APA YANG ROH KUDUS RASAKAN

Selama ini kita mempercayai kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan kita. Tetapi pernahkah kita berpikir betapa pentingnya menyelaraskan kehidupan kita dengan kehendakNya? Belajarlah untuk merasakan apa yang sedang dirasakan oleh RohNya didalam kita. Belajarlah untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkanNya dan apa yang menjadi keinginanNya bagi hidup kita.
Dibutuhkan ketenangan untuk bisa merasakan apa yang sedang dirasakanNya.... KehadiranNya yang permanen di dalam kita, membuat kita mengalami hadiratNya setiap waktu dan setiap saat. Tingkatkanlah Awarness akan kehadiranNya di dalam kita. Luangkan waktu berdiam diri untuk dapat merasakan dan mengalami kehadiranNya. Kesibukan dan hiruk pikuk dalam kehidupan kitalah yang seringkali menjadi penghalang kita mengalami kehadiranNya. Dengarlah suaraNya yang lembut, dimana Dia sedang membangun komunikasi dengan diri kita.

Keberadaan Roh Kudus seharusnya dapat dialami secara maksimal. Kesempatan untuk mengalami keintiman dialami oleh setiap orang percaya. Bukankah ini anugerah yang sangat luar biasa???