Peter Wagner menulis dalam buku The Church in the Workplace: Pikirkan perbedaan antara kekuatan dan otoritas. Jika misalnya, saya memiliki sebuah senapan .388 Winchester Magnum, saya punya kekuatan. Tetapi saya tidak dapat menembakkan senapan itu di kota Colorado Springs karena saya tidak mempunyai otoritas untuk melakukan itu. Pada sisi yang lain, jika saya seorang petugas polisi dengan senapan yang sama, saya tidak hanya mempunyai kekuatan tapi juga otoritas untuk menggunakannnya.
Ketika Lucifer berada di surga, ia mempunyai baik kekuatan dan otoritas. Tetapi ketika setan di usir dari Surga, ia tetap mempunyai kekuatan tapi kehilangan otoritas. Adam diberikan otoritas untuk mengambil kuasa atas segala ciptaan, tapi ia jatuh ke dalam dosa dan menciptakan satu kehampaan pada otoritas atas ciptaan Allah. Setan kemudian masuk, merampas otoritas Adam dan menjadi ilah zaman ini (2Kor 4:4), penguasa kerajaan angkasa (Ef 2:2) dan penguasa dunia ini (Yoh 14:30).
Christianty without discipleship is always christianity without Christ (Dietrich Bonhoeffer)
Rabu, 08 Desember 2010
Senin, 01 November 2010
DAYA TARIK YESUS BAGI ORANG BERDOSA
Stephen Arterburn & Jack Felton menulis dalam buku Semakin Seperti Yesus: Gereja hari ini, sama seperti yang Yesus lakukan, harus pergi melampaui empat tembok gereja dan masuk ke dalam komunitas dan menjadi terang di mana itu sangat dibutuhkan dengan segera. Yesus begitu otentik dan nyata sehingga orang banyak secara alamiah tertarik kepadaNya. Orang2 berdosa mengerumi Dia - orang2 yang tidak akan pernah anda bayangkan ingin berada dalam hadirat Tuhan. Karena siapa jati diriNya dan cara Ia melayani, mereka memenuhi lereng bukit & saling berdesak2an satu sama lain di tepi pantai hanya untuk dekat denganNya. Apa yang dibutuhkan oleh para pemungut cukai & orang2 berdosa itu, kita masih membutuhkannya hari ini. Kita tidak membutuhkan lebih banyak agama; apa yang kita butuhkan, apa yang harud kita miliki, adalah Yesus semakin bertambah.
BAHAYA KESIBUKAN
Steve Sampson menulis dalam buku Listening to the Holy Spirit - Expecting the Miracles: "Apakah engkau mempunyai tempat untuk Yesus?" Dengan jelas saya mendengar pertanyaan yang tegas dari Roh Kudus. Allah sedang menangani hati saya - hati saya yang perhatiannya terbagi. Walaupun saya menyerahkan diri saya untuk pelayanan, saya tidak menyerahkan diri saya untuk Tuhan. Dia menuntun saya kepada tahap pertobatan, karena saya telah berhenti melayani Dia sepenuhnya dan saya sedang melayani pelayanan saya. Kesibukan tidaklah menjamin pembuahan. Malah kesibukan dapat menyebabkan kemandulan rohani. Bukan maksudnya bahwa sibuk itu salah, tetapi sangatlah penting bagi kita menyusun prioritas kita. Tentu saja prioritas pertama adalah Allah sendiri. Bagi semua orang percaya, pelayanan kita yang pertama ialah kepadaNya. Jika kita tidak tahu cara bersekutu dengan Dia, maka kita tidak mempunyai tugas pelayanan. Dari pelayanan kita kepadaNya datanglah petunjuk, tuntunan diberikan dan kehidupan mengalirlah.
PENGALIHAN PERHATIAN IBLIS
Steve Sampson menulis dalam buku Listening to the Holy Spirit - Expecting the Miracles: Kehidupan Kristen ialah kehidupan yang mendengarkan Roh Kudus. Terlampau sering kita gagal mendengarkan Allah. Iblis tidak bodoh. Dia tahu siapa yang menjadi sumber kuasa kita. Karena itu rencana penyerangannya adalah dengan mengalihkan perhatian. Dia tidak peduli jika kita sadar akan pelayanan, asalkan kita jangan sadar akan hadirat Allah. Dia mempunyai tugas tunggal yaitu agar kita tetap sibuk dan terbagi perhatiannya dari pergaulan yang akrab dengan Allah.
Selama waktu kita dibagi untuk melakukan seribu kegiatan keagamaan, kerajaan iblis hanya mengalami sedikit bahaya. Dia tahu bahwa walaupun dia tidak dapat mencuri keselamatan kita, dia dapat menghambat pertumbuhan rohani kita melalui pengalihan perhatian.
Selama waktu kita dibagi untuk melakukan seribu kegiatan keagamaan, kerajaan iblis hanya mengalami sedikit bahaya. Dia tahu bahwa walaupun dia tidak dapat mencuri keselamatan kita, dia dapat menghambat pertumbuhan rohani kita melalui pengalihan perhatian.
ANAK ADALAH MASA DEPAN KITA
Abraham Lincoln menulis: Anak adalah orang yang akan melanjutkan apa yang sudah anda mulai. Ia akan berada dalam posisi anda sekarang dan ketika anda sudah tidak berperan lagi, pantaulah hal-hal yang menurut pendapat anda penting. Anda boleh mewariskan semua kebijaksanaan yang ada sukai, tetapi bagaimana semua itu dijalankan tergantunhg padanya. Ia akan memegang kendali atas kota, negata dan bangsa anda. Ia akan bergerak dan mengambil alih gereja, sekolah serta perusahaan anda. Masa depan kemanusiaan berada ditangannya.
APOSTOLIC FOCUS
Floyd McClung menulis tentang Apostolic Focus dalam buku You See Bones I See an Army: God wants a people for himself. Being busy for God without sharing God's passion for more worshipers for his Son is good religion, but it's not the mission of God. Everything we do must lead to making, gathering, teaching and baptizing more fully devoted followers of Jesus. Some people are under the illusion they need a special calling to tell people about Jesus. But that isn't true. Whatever you do for Jesus must lead to this one thing: that Jesus has more worshipers who know, love and obey him. Call that what you will. I call it making disciples; other people call it church planting. If those terms don't appeal to you, choose another. But make sure that above all things you do what he commanded us to do: go, teach, baptize and make disciples. That is apostolic focus.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA
John Maxwell dalam buku Breakthrough Parenting menulis: Anak-anak jarang mengalami terobosan dengan sendirinya. Tanpa didampingi, hanya segilintir di antara mereka yang dengan cepat akan menelusuri jalan dalam rangka meraih potensi mereka. Mereka membutuhkan orang tua untuk menolongnya. Tetapi untuk menolong anak-anak mengalami terobosan, orang tua perlu mengalaminya sendiri terlebih dahulu. Anda tidak bisa memberikan apa yang anda tidak miliki.
Langganan:
Postingan (Atom)