Selasa, 07 April 2009

BERDOA TANPA MOOD

RA Torrey dalam bukunya How To Pray menulis sesuatu yang sangat memberkati:

Seringkali bila kita datang kepada Allah di dalam doa, kita tidak merasa suka berdoa.

Apakah sebaiknya diperbuat di dalam keadaan demikian?

Berhenti berdoa sampai kita tidak merasakan perasaan seperti itu? Sama sekali jangan!

Bila kita merasa semata-mata  tidak suka berdoa, justru waktu itulah kita paling membutuhkan berdoa. Baiklah kita menunggu dengan tenang di hadapan Allah dan mengatakan kepadaNya betapa keadaan hati kita yang dingin dan tak mampu berdoa, dan mengharap pada Roh Kudus untuk memanaskan hati kita, maka api dari Roh Kudus akan memenuhi hati kita dan mendorong kita kedalam doa. Tak lama kemudian kita mulai berdoa dengan hati leluasa, terpimpin, bersungguh-sungguh dan berkuasa.

Kebanyakan dari doa-doa yang penuh berkat, yang saya alami ialah doa-doa yang mulai dengan perasaan mati sama sekali dan tak mampu berdoa; tetapi di dalam keadaanku yang celaka dan dingin itu, saya telah menundukan diriku kepada Allah dan mengharap Roh Kudus untuk menolong saya di dalam berdoa dan Dia mengabulkan permintaanku

Jangan biarkan mood (perasaan) kita menjadi penghalang untuk kita menikmati persekutuan yang intim dengan Roh Kudus. Ingat! Roh Kudus hanya sejauh doa.... Taklukan perasaanmu dan mulai menghampiri tahta kasih karuniaNya. Sebab disanalah kita akan menemukan Rakhmat dan Kasih KaruniaNya. Selamat berdoa tanpa mood!

SALIB DAN KUK

Yesus memakai 2 lambang bagi penyerahan diri Kristen. Yang pertama adalah Salib dan yang kedua adalah Kuk. Salib merupakan alat kematian, sedangkan Kuk merupakan alat untuk bekerja keras. Salib merupakah lambang kematian, sedangkan Kuk melambangkan pelayanan. Salib mengingatkan kita kepada darah, Kuk mengingatkan kita kepada keringat. Gabungkan keduanya dan kita akan mendapt gambaran yang sesungguhnya tentang penyerahan diri Kristen. Berserah diri kepada Kristus berarti siap memikul Salib atau Kuk. Kita siap untuk mati pda kayu Salib atau untuk memikul Kuk. Kita siap meneteskan darah atau untuk memeras keringat bagi Dia. Kita siap untuk berkorban atau untuk melayani. Sudahkah kita memikul keduanya?  

Senin, 06 April 2009

APA MOTIVASIMU?

Ambilah waktu untuk mengevalusi motivasi kita dalam melakukan segala sesuatu. Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri untuk mendapatan jawaban yang jujur mengenai mengapa kita melakukan semua pelayanan ini? Betapa mudahnya kita jatuh pada kesalahan, yaitu melakukan sesuatu yang benar, tetapi dengan motivasi yang tidak benar
Mat 6:1-5
1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Perhatikan kata supaya dilihat orang. Artinya motivasinya adalah supaya dilihat orang. Dan perhatikan kata sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Jika kita sesungguhnya sudah mendapat upahnya, maka Tuhan tidak berkewajiban untuk memberi upah lagi kepada kita. 
Disini kita belajar bahwa motivasi kita dalam melakukan sesuatu menentukan upah macam apa yang akan kita terima dari Tuhan. Bukan apa yang kita lakukan saja yang penting, tetapi mengapa kita melakukannya itu juga point yang penting untuk kita perhatikan.
Betapa mudahnya terjadi pergeseran motivasi dalam pelayanan kita. Yang semula kita melakukan pelayanan dengan ketulusan, akhirnya dengan berlalunya waktu motivasi kita mulai mengalami pergeseran. Untuk mendapatkan uanglah seringkali yang menjadi motivasi kita atau moivasi kita dalam melakukan pelayanan supaya dilihat orang.
Yang sebenarnya kita butuhkan adalah upah dari Tuhan. Itu sebabnya biarlah semua yang kita lakukan adalah berlandaskan motivasi supaya dilihat Tuhan. Tidak peduli manusia memperhatikan apa yang kita perbuat atau tidak. Jika Tuhan yang memberi upah kepada kita, maka upahNya akan sangat berharga bagi kita. Mulailah bertanya pada diri kita sendiri, "Mengapa saya melakukan hal ini?"

Sabtu, 04 April 2009

MENGUBAH KEHIDUPAN ORANG

Warren Webster, seorang misionaris veteran yang pergi melayani ke Pakistan, mengaku di hadapan ribuan mahasiswa pada Urbana Missions Conference yang diselenggarakan oleh InterVarsity sekali dalam tiga tahun, tentang adanya kebutuhan bagi orang-orang Kristen untuk mempengaruhi kehidupan orang-orang lian. Ia berkata, "Jika saya diizinkan untuk mengulang kehidupan saya kembali, saya akan memakai kehidupan saya untuk mengubah kehidupan orang lain, sebab Anda belum mengubah apa pun sebelum Anda mengubah kehidupan orang lain." Orang-orang Kristen lahir baru harus kembali menyadari pentingnya mengadakan perubahan di dalam dunia demi Kristus. Kita harus memiliki keinginan untuk mengubah dunia, untuk mempengaruhi kehidupan orang lain. Pengaruh kekristenan sejati adalah apa yang bangsa dan dunia kita sangat butuhkan. Kurang daripada itu adalah kegagalan kita, sebagai orang-orang percaya di dalam Kristus, untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan kita, Yesus Kristus.

Jumat, 03 April 2009

YESUS DAN PEMURIDAN

Ada dua hal yang dibutuhkan oleh dunia. Yang pertama adalah YESUS, karena tanpa Yesus bagaimana kita beroleh kehidupan yang kekal? Tanpa Yesus bagaimana kita beroleh keselamatan? Yesus adalah kebutuhan yang mutlak dunia. Disinilah pentingnya penginjilan, dimana kabar baik ini harus diberitakan kepada dunia yang terhilang.

Tetapi ada kebutuhan yang kedua yaitu PEMURIDAN. Kehadiran Yesus membawa kehidupan bagi orang yang menerimaNya, tetapi tanpa Pemuridan maka tidak mungkin seseorang dapat mencapai kehidupan yang maksimal. Pernahkah terpikir oleh kita bahwa telah terjadi penurunan kualitas kehidupan dari orang percaya hari-hari ini? Kristen bukanlah jaminan dari kehidupan yang berkarakter dan berkualitas. Pentingnya Pemuridan adalah dimana setiap orang yang sudah mengalami kelahiran baru harus diajar mengenai bagaimana kita hidup di dunia ini dengan gaya hidup Kerajaan Allah. Hal yang menyedihkan melihat banyak orang yang sudah percaya Yesus merasa cukup atau puas dengan kepercayaannya. 

Yang dimaksud dengan Pemuridan adalah bukan sekedar pengajaran mengenai dasar-dasar kekristenan (yang biasanya terdiri dari 12 kali pertemuan). Umat Tuhan perlu didik dalam kebenaran Tuhan. Betapa pentingnya mereka diajar mengenai STANDAR KEHIDUPAN dari warga Kerajaan Allah.

Pola Hidup Kerajaan harus diajarkan bukan hanya lewat kelas-kelas pengajaran, tetapi lewat bimbingan pribadi. Dimana umat Tuhan harus dimuridkan lewat keteladanan kehidupan dari para pembimbing mereka. Dunia ternyata tidak hanya membutuhkan Yesus, tetapi juga butuh PEMURIDAN. Itu sebabnya amanat agung Tuhan adalah untuk menjadikan semua bangsa menjadi Murid Tuhan.      

Selasa, 31 Maret 2009

TELL THE STORY

Beberapa waktu lalu saya mendengar pengajaran yang disampaikan oleh Floyd McClung mengenai strategi Church Planting dan memenangkan jiwa. Ada yang menarik yang beliau sampaikan, modal yang seharusnya dimiliki gereja Tuhan adalah Tell the story of God by telling our story with God
Pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah apakah kita memiliki cerita mengenai perjumpaan, hubungan dan dampak kehadiran Yesus dalam diri kita? Tidak salah dengan semua pengetahuan Teologia kita, tetapi yang dunia butuhkan adalah realita mengenai Tuhan yang masih hidup dan beraktifitas sampai dengan hari ini. 
Jika kita belajar dari perempuan Samaria yang menjadi saksi bagi penduduk kota Sikhar di daerah Samaria, maka berita yang disampaikannya adalah pengalaman perjumpaannya dengan Yesus. Inilah yang membuat penduduk kota Sikhar membuka hati bagi Yesus. Jangan hanya mengejar pengetahuan mengenai Tuhan, tetapi imbangi dengan pengalaman yang hidup bersama dengan Tuhan kita. Floyd mengatakan bahwa cerita (kisah) kita bersama dengan Tuhan akan menjadi benih yang ditabur di hati orang yang belum mengenal Tuhan. 

Senin, 30 Maret 2009

CHECKUP RUTIN

Betapa pentingnya kita menyediakan waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan kesibukan pelayanan kita untuk melakukan General Check Up. Ini adalah salah satu bentuk kita mengasah mata kapak kehidupan kita. Disaat inilah ada beberapa hal yang kita perlu evaluasi: 
a. Motivasi.
Apakah motivasi saya masih benar di hadapan Tuhan? Ataukah sudah mulai terjadi pergeseran motivasi dengan apa yang saya lakukan? Masihkah kemurnian motivasi ada dalam semua yang saya lakukan? 
b. Prioritas.
Bukankah Prioritas akan menentukan Efektifitas dalam pelayanan kita. Seringkali dengan berlalunya waktu dan kesibukan, maka prioritas kita mengalami pergeseran. Tuhan, Keluarga dan pelayanan (karier) harusnya menjadi urutan prioritas yang utama dalam kehidupan kita.
c. Ketajaman.
Bertanyalah dan perhatikan dengan seksama, apakah masih ada "ketajaman" dalam pelayanan saya? Ataukah sudah mulai tumpul?
Jangan izinkan kesibukan dan rutinitas membuat kehidupan kita menjadi tumpul. Sediakanlah waktu secara rutin untuk berhenti sejenak untuk memastikan kita masih berada dalam trackNya Tuhan.