Christianty without discipleship is always christianity without Christ (Dietrich Bonhoeffer)
Senin, 13 Agustus 2012
ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH KAYA
William Wiguna menulis dalam buku Life Time halaman 123: Orang yang sungguh-sungguh kaya adalah mereka yang tidak menginginkan apa-apa, demikian tulis penyair Gary Snyder. Orang yang masih menginginkan sesuatu adalah orang yang masih kekurangan. Orang yang merasa masih kekurangan adalah orang yang selalu ingin diberi. Orang yang selalu ingin diberi, tidak punya kesempatan untuk memberi. Orang yang tidak mempunyai kesempatan untuk memberi adalah orang yang tidak memiliki apa-apa. Orang yang tidak memiliki apa-apa adalah orang miskin.
PANGGILAN YOHANES PEMBAPTIS
Panggilan seorang hamba Tuhan adalah seperti Yohanes Pembaptis. Ia membawa pengikutnya untuk melihat dan mengikut Yesus. Walaupun konsekuensinya, murid-muridNya mengikuti Yesus dan tidak lagi mengikutinya lagi. Jika kita tidak berhati-hati, maka disadari atau tidak, kita dapat membawa orang untuk terus bergantung pada kita. Kebahagiaan kita seharusnya bukan pada berapa banyak orang yang masih terus menerus mengikuti dan bergantung pada kita, tetapi saat mereka justru tidak lagi membutuhkan kita, karena mereka sudah berjumpa dan memiki hubungan langsung dengan Yesus. Mengapa daging kita sangat menikmati hal ini? Siapkah kita ditinggalkan oleh orang-orang yang semula mengikuti dan membutuhkan kita? Jika kita memiliki hati bapa, maka adalah kebanggaan jika anak-anak kita mulai meninggalkan rumah kita untuk memulai kehidupan baru mereka. Justru jika anak kita tetap terus berada di rumah kita selama-lamanya, maka bukankah itu menunjukan kegagalan kita sebagai bapa? Siapkah kita untuk melepaskan anak-anak kita untuk mulai menghidupi visi dan panggilan pribadi mereka? Hati Bapa adalah hati yang siap untuk "ditinggalkan". Hati Bapa adalah hati yang ingin melihat anak-anaknya "mandiri". Bukankan pengutusan adalah esensi dari kekristenan? Konsekuensi dari pengutusan adalah kita kehilangan kendali atas mereka dan mempercayakan mereka kepada tangan Tuhan yang "jauh lebih kuas" dari kita. Renungkan dan hayati kehidupan Yohanes Pembaptis. Yang semula ia menjadi pusat perhatian dari seluruh bangsa israel (celebrity rohani), disaat hadirnya Yesus, maka semuanya mulai berpaling kepada Yesus. Jika kita bersedia jujur, maka egolah yang membuat kita menikmati orang-orang mengidolakan kita. Faktor materi menjadi alasan yang lain. Kehilangan mereka berarti kehilangan income kita. Dihari2 terakhir, Tuhan sedang membangkitkan pelayanan Yohanes Pembaptis. Yang mempersiapkan jalan untuk orang-orang dapat berjumpa dengan Yesus. Doa yang paling bijak adalah saat kita berkata: "Selidikilah hatiku ya Allah...". Ingatlah: panggilan kita adalah mengentaskan umat Tuhan akan kebergantungan mereka terhadap manusia dan beralih kepada Tuhan sepenuhnya.
Rabu, 07 September 2011
PENGERTIAN IMAN YANG LAIN
ANDREW WOMMACK MENULIS DALAM BUKU “ANDA SUDAH MEMILIKI SEGALANYA”: Segala yang kita butuhkan telah disediakan. Itu bukanlah masalah meminta Allah melakukannya, sebaliknya mempercayai bahwa itu sudah diselesaikan dan melepaskannya untuk termanifestasi. Allah, oleh kasih karunia, telah melakukan segalanya. Iman bukanlah sesuatu yang kita lakukan untuk membuat Allah bergerak. Sebaliknya, itu adalah respon positif kita terhadap apa yang telah Ia kerjakan. Karena Allah telah melakukannya, iman menjadi sederhana; itu bukanlah pergumulan. Kita tidak harus melakukan semua hal ini untuk dapat memaksa Allah. Iman hanyalah respon kita dengan cara positif terhadap apa yang telah dilakukan Allah.
Minggu, 28 Agustus 2011
PENTINGNYA FOLLOW UP
Scott Morton dalam buku Pemuridan Untuk Semua Orang menuliskan: Dawson Trotman datang kepada Kristus pada tahun 1926, melalui kebiasaan menghafal ayat-ayat Alkitab dan tidak lama kemudian menjadi penginjil pribadi yang sangat aktif. Dawson melakukannya secara pribadi ke pribadi dan ia memenangkan banyak orang. Pada suatu hari yang panas di Southern California tahun 1940, Dawson menghentikan mobil untuk orang yang minta ikut menumpang di sepanjang jalan yang berdebu. Saat penumpang itu naik ke mobil, ia bergumam, "Yesus Kristus, panas sekali hari ini." Dawson mengerutkan wajah tidak senang saat mendengar nama Sang Juru Selamat diucapkan dengan sembarangan, maka ia memberi pemuda itu sebuah buklet penginjilan dan ia berkata, "Hei, Nak, bacalah ini." Tak lama kemudian, Dawson memimpin penumpang itu untuk berdoa menerima Kristus dengan segenap hati. Setahun kemudian, Dawson berkendaraan di jalan yang panas dan berdebu itu lagi, melihat seorang penumpang dan menawarkan tumpangan. Saat penumpang itu naik ke mobil, ia bergumam, "Yesus Kristus, panas sekali hari ini." Kembali, Dawson mengerutkan wajah tidak senang, lalu ia mulai berbicara tentang Injil. Penumpang itu berkata, "Rasanya saya mengenal anda." Ternyata, ia adalah orang yang sama, yang menumpang tahun lalu. Dawson sangat kaget! Anggapannya bahwa orang yang baru percaya akan bertumbuh dengan sendirinya secara rohani, seperti yang ia alami, ternyata keliru. Maka, ia pun mulai berkonsentrasi dalam menjalankan follow up - menolong orang yang bertobat agar berakar dengan teguh di dalam Kristus. Tidak cukup kita hanya memimpin seseorang untuk memiliki iman. "Bayi-bayi di dalam Kristus" yang masih baru ini memerlukan bantuan untuk bertumbuh secara rohani sebagaimana bayi manusia memerlukan pertolongan untuk bertumbuh secara fisik. Maka Dawson dan The Navigator mengembangkan pemahaman Alkitab, paket ayat hafalan dan seminar untuk membantu orang yang baru bertobat bertumbuh.
DISTURB US, LORD
Disturb us, Lord,
When we are too pleased with ourselves,
When our dreams have come true,
Because we dreamed too little,
When we arrived safely,
Because we sailed too close to the shore.
Disturb us, Lord,
When with the abundance of things we possess,
We have lost our thirst for the waters of life;
Having fallen in love with life,
We have ceased to dream of eternity,
And in our efforts to build a new earth,
We have allowed our vision
Of the new heaven to dim.
(Sir Francis Drake).
When we are too pleased with ourselves,
When our dreams have come true,
Because we dreamed too little,
When we arrived safely,
Because we sailed too close to the shore.
Disturb us, Lord,
When with the abundance of things we possess,
We have lost our thirst for the waters of life;
Having fallen in love with life,
We have ceased to dream of eternity,
And in our efforts to build a new earth,
We have allowed our vision
Of the new heaven to dim.
(Sir Francis Drake).
BANGSA YANG REAKTIF
Sebagai anak bangsa yang mengamati apa yang sedang terjadi di bangsa ini, maka ada satu hal yang menarik perhatian saya. REAKTIF adalah satu kata yang muncul di pikiran saya sebagai kesimpulan dari apa yang terjadi di bangsa tercinta ini. Suatu masalah muncul, maka langsung bangsa ini bereaksi. Contoh yang baru saja terjadi adalah kasus pemancungan Ruyati salah seorang TKW yang bekerja di Arab Saudi. Rakyat ramai-ramai bereaksi. Dan pihak pemerintah pun buru-buru merespon dengan mengeluarkan beberapa kebijakan.
Reaktif sebenarnya sama halnya dengan mentalitas mengobati. Bukankah mencegah lebih murah dan mudah daripada mengobati? Daripada terus bereaksi, mengapa kita tidak belajar untuk melakukan tindakan-tindakan prefentif? Mulailah belajar untuk memiliki gaya hidup prefentif daripada reaktif. Ingatlah lebih baik mencegah daripada mengobati.
Reaktif sebenarnya sama halnya dengan mentalitas mengobati. Bukankah mencegah lebih murah dan mudah daripada mengobati? Daripada terus bereaksi, mengapa kita tidak belajar untuk melakukan tindakan-tindakan prefentif? Mulailah belajar untuk memiliki gaya hidup prefentif daripada reaktif. Ingatlah lebih baik mencegah daripada mengobati.
Senin, 30 Mei 2011
APA SAJA YANG HARUS DIBENAHI?
Hari-hari ini gereja Tuhan sedang menyadari pentingnya berbenah diri. Tekanan dari perubahan zaman yang sangat besar menuntut terjadinya perubahan. Sangat disayangkan, yang dibenahi dan dirubah oleh beberapa gereja adalah justru dari sisi packaging (penampilan luar), bukan yang esensi. Apa artinya memiliki packaging yang menarik dan luar biasa, tetapi pada saat yang sama kehilangan isi? Isi dari gereja secara mutlak adalah kehadiran dan karya Roh Kudus yang membawa dan mengerjakan kehidupan. Pertanyaan yang harus dijawab dengan penuh kejujuran adalah apakah Roh Kudus masih berperan aktif dalam karyaNya ditengah2 komunitas kita? Apakah aktifitas Roh Kudus begitu nyata? Tanpa disadari kekuatan daging telah menggeser dan menggantikan tempat dan peran dari Roh Kudus. Musa menyadari mengenai peran yang sangat penting dari penyertaan Tuhan bagi bangsa Israel. Itulah yang membedakan bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain. Penyertaan Tuhan harus dirasakan lewat masih aktifnya karya Roh Kudus. Bukankah yang dapat membuat seseorang yang bejat menjadi seorang yang bertobat adalah Roh Kudus? Bukankah yang membuat seseorang mengalami pengenalan dan mengalami Tuhan secara nyata adalah Roh Kudus? Bukankah yang membuat seorang yang kikir berubah menjadi seorang yang murah hati dan suka memberi adalah pribadi Roh Kudus? Bukankah yang membuat seorang yang mati rohaninya dan mengalami kebangkitan rohani adalah Roh Kudus? Yang dibutuhkan oleh dunia saat ini adalah bukan sekedar suasana kebaktian yang lebih baik, bukan pula pujia-pujian yang lebih asik dan heboh, bukan pula multi media yang lebih kreatif. Yang dibutuhkan oleh dunia saat ini adalah karya Roh Kudus yang benar-benar nyata, bukan hanya sekedar kata-kata. Berhati-hatilah jangan berjuang untuk menata packaging, tetapi kehilangan yang esensi dari gereja.
Langganan:
Postingan (Atom)